Senin, 16 Juli 2012

Gejala Penyakit Hepatitis


Gejala Penyakit Hepatitis







Hepatitis atau lebih dikenal dengan "Penyakit Hati" adalah terjadinya peradangan pada hati karena toxin. Bisa disebabkan oleh kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi karena Pola Hidup Sehat yang diabaikan. Bila hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", sedangkan hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".


Gejala Penyakit Hepatitis
Biasanya Hepatitis disebabkan oleh virus. Beberapa Jenis Virus Hepatitis antara lain A, B, C, D atau E. Selain itu, Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Sedangkan penyebab lain hepatitis adalah alkohol dan obat-obatan.


Nah, berikut adalah beberapa Gejala Hepatitis yang harus Anda ketahui agar Anda bisa mengetahuinya dari awal. Berikut selengkapnya:


Gejala Hepatitis A
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.


Gejala Hepatitis B
Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.


Gejala Hepatitis C
Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.


Nah, itulah beberapa Gejala Hepatitis yang harus Anda tahu. Semoga dengan mengetahui gejala-gejala di atas maka Anda akan bisa melakukan tindakan untuk pengobatan sejak awal. Ayo baca juga beberapa Tips Kesehatan lainnya seperti Cara Menjaga Kesehatan Jantung atau Menjaga Kesehatan Ginjal di blog ini. Semoga bermanfaat.


Description: Gejala Penyakit Hepatitis Rating: 4.5 Reviewer: Menjaga Bumi ItemReviewed: Gejala Penyakit Hepatitis



Kamis, 17 November 2011

PENGELOLAAN OBAT YANG BAIK


1. Obat utk penanggulangan 10 besar penyakit
2. Obat pertolongan pertama
3. Obat PKD tanpa pemeriksaan penunjang
4. Obat obat program kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat

1. Perencanaan
Kebutuhan obat = Stok Optimum – Sisa Stok
2. Permintaan dan Penerimaan untuk mengendalikan persediaan dengan cara menyediakan persediaan
Jenis obat
Jumlah obat
Kemasan
Kadaluarsa
Kesesuaian dengan dokumen

Obat harus disimpan di tempat yang aman disusun berdasarkan jenisnya yang tersusun secara alfabetis Penyimpanan menerapkan prinsip FIFO dan FEFO.
Hanya yang mempunyai wewenang yang boleh mengakses ruang Kelembaban Udara lembab dapat menimbulkan kerusakan pada tablet salut gula, kapsul, oralit Sinar matahari Sinar Matahari langsung dapat merusak injeksi, sirup Suhu (Panas) Suhu yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kerusakan: salep, suppositoria

Kerusakan Fisik Disebabkan menumpuk terlalu tinggi, Dus berdempetan dengan benda tajam Kontaminasi bakteri Wadah obat yang rusak atau terbuka akan mudah tercemar oleh bakteri Pengotoran Ruang yang kotor dapat menyebabkan adanya insek/roden.
Tablet Perubahan warna, bau, rasa, bintik, pecah, retak, benda asing, wadah rusak Tablet Salut Salutnya pecah, basah, lengket satu sama lain, wadah rusak Kapsul Kapsul terbuka, lengket satu sama lain, wadah rusak

Salep Warna berubah, berbintikbintik,wadah rusak Cairan Warna berubah, endapan/keruh, perubaha kekentalan, wadah rusak Injeksi Warna berubah, endapan/keruh, benda asing kekentalan, wadah rusak
Obat yang diterima harus disimpan dengan baik pada tempat tertentu dan disimpan di tempat yang terkunci.
Peralatan
Meliputi lemari beserta kuncinya
Pengamanan
Lemari harus terkunci
Penanggung jawab
Petugas yang ditunjuk

Penggunaan obat berpedoman pada  penggunaan obat rasional dengan mengacu pada Pedoman Pengobatan Puskesmas dengan prinsip antara lain: Mengurangi penggunaan injeksi Menghindari peresepan obat yang berlebihan (polifarmasi) Menghindari penggunaan antibiotik untuk kasus ISPA non pneumonia dan diare non spesifik

Memberikan informasi kepada pasien mengenai cara
penggunaan obat dan penyimpanannya di rumah
 PENYERAHAN OBAT
1. Sebelum obat diserahkan, lakukan pengecekan
terakhir tentang nama pasien, jenis obat, jumlah
obat, aturan pakai obat, kemasan, dan sebagainya
2. Obat diberikan melalui loket.
3. Penerima obat dipastikan pasien atau keluarga pasien.
Informasi penting menyediakan waktu untuk memberikan penyuluhan kepada penderita tentang obat yang
diberikan.
1. Kapan obat digunakan dan berapa banyak
2. Lama pemakaian obat yang dianjurkan
3. Cara penggunaan obat
4. Ciri-ciri tertentu setelah pemakaian obat.
5. Efek Samping Obat
6. Obat-obatan yang berinteraksi dengan kontrasepsi oral
Contoh : Rifamfisin dapat mempengaruhi efektifitas pil KB.
7. Cara Menyimpan Obat
TERIMA KASIH

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PESANTREN
PHBS DISEKOLAH
Tatanan RumahTangga
Tatanan Institusi Kesehatan
Tatanan Institusi Pendidikan
SELURUH MASYARAKAT BER-PHBS
Tatanan Tempat-Tempat Umum
Tatanan Tempat Kerja
KONSEP DASAR BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT INDIVIDU & KELOMPOK
MASYARAKAT


Desa PHBS I<25 % RT Sehat
Rumah Tangga Sehat Rumah Tangga Tidak Sehat
PerilakuSehat
1. Linakes
2. ASIEkslusif
3. Timbang balita
4. Air Bersih
5. Jamban Sehat
6. Cuci tangan
7. Bebas Jentik

Gaya Hidup
1. Tdk merokok dalam rumah
2. Aktifitas Fisik / Olah Raga
3. Makan sayur dan buah

Klasifikasi Rumah Tangga Strata Desa PHBS
Desa PHBS II 25-50 % RT Sehat
Desa PHBS III 51-75 % RT Sehat
Desa PHBS IV >75% RT Sehat
PHBS Tatanan Rumah Tangga

INDIKATOR PHBS 5 TATANAN
INSTITUSITEMPAT KERJA INSTITUSI KESEHATAN TEMPAT TEMPAT UMUM
NO INDIKATOR NO INDIKATOR NO INDIKATOR
1 Mengkonsumsi makanan bergizi 1 Menggunakan Air Bersih 1 Menggunakan Air Bersih
2 Melakukan aktifitas fisik setiap hari 2 Mencuci tangan dg air bersih mengalir & sabun
3 Mencuci tangan dengan air bersih mengalir & sabun
4 Tidak merokok di tempat kerja 3 Menggunakan Jamban 3 Menggunakan jamban sehat
5 Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir & sabun
6 Membuang sampah pada tempatnya 4 Membuang sampah pada tempatnya
7 Menggunakan air bersih 5 Tidakmerokok di Institusi kesehatan
8 Tidak merokok di tempat-tempat umum
9 Memberantas jentik di tempat kerja 6 Tidakmeludah sembarangan 6 Menutup makanan & minuman yg terhidang
10 Menggunakan jamban sehat 7 Memberantas jentik di Institusi Kesehatan 7 Tidak meludah sembarangan
11 Membuang sampah pada tempatnya 8 8 Memberantas jentik

Strata Pratama Strata Madya Strata Utama
1 Memelihara rambut agar bersih dan rapih
Perilaku di tahap Pratama, ditambah : Perilaku di tahap Madya, ditambah :
2 Memakai pakaian bersih dan rapih
8* Memberantas jentik nyamuk
13* Mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin sekolah
3 Memelihara kuku agar selalu pendek dan bersih
9* Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
14* Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
4 Memakai sepatu bersih dan rapih
10 Menggunakan air bersih
5* Berolahraga teratur dan terukur
11* Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
6* Tidak merokok di sekolah 12* Membuang sampah ke tempat sampah yg terpilah (sampah basah, sampah kering, sampah berbahaya)
7* Tidak menggunakan NAPZA
Indikator PHBS di Sekolah
*Merupakan indikator PHBS secara nasional
5 Promkes Jabar 2011
PHBS DI
SEKOLAH
Langkah2 Pembinaan PHBS
Pemb.
PHBS
Pendataan /
Pemantauan
Perencanaan
Intervensi sesuai
perencanaan yg
dibuat
Monev &
Evaluasi
6 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
4
PRIORITAS SASARAN
UNTUK MENINGKATKAN PHBS
7 Promkes Jabar 2011
MASYARA
KAT BERPHBS
INDIVIDU &
KELOMPOK
TATANAN RUMAH
TANGGA
RUMAH
TANGGA
TATANAN INSTITUSI
PENDIDIKAN
TK & SEKOLAH
DASAR &
SEDERAJAT
SMP & SMU&
SEDERAJAT
PERGURUAN TINGGI
TATANAN INSTITUSI
KESEHATAN
YANKES DASAR
PUSKESMAS
YANKES RUJUKAN
RUMAH SAKIT
TATANAN TEMPAT
KERJA
PERKANTORAN OPD
TINGKAT PROVINSI
PERKANTORAN OPD
TK. KABUPATEN/KOTA
TATANAN TTU
MASJID
PASAR
TRADISIONAL
STRATEGI, METODE & SARANA PROMOSI KESEHATAN
8 Promkes Jabar 2011
STRATEGI
GERAKAN
PEMBERDA
YAAN
BINA
SUASANA
ADVOKASI
KEMITRA
AN
METODE
KOMUNIKASI
INDIVIDU
• KIP/K (DALAM
GEDUNG &
KUNJUNGAN RUMAH)
KELOMPOK
• CERAMAH; TANYA JAWAB
• DIALOG
• DEMONSTRASI
• KERJA KELOM POK
MASSA:
• PEMUTARAN FILM
• PENYEBARAN INFORMASI VIA
MEDIA CETAK & ELEKTRONIK &
MEDIA LUAR RUANG
SARANA
KOMUNIKASI
UNTUK INDIVIDU
• MEDIA LEMBAR BALIK
• GAMBAR/FOTO
• LEMBARAN SKEMA
• LEAFLET
• BROSUR
UNTUK KELOMPOK:
• LEMBAR BALIK
• PEMUTARAN SLIDES
• PERTUNJUKAN FILM
UNTUK MASSA:
• POSTER LEAFLET
• FLYER MAJALAH
• KORAN BUKU
• SIARAN RADIO TAYANGAN
TV
• BANNER/UMBUL-UMBUL
BILLBOARD
• NEON SIGN
16/11/2011
5
DASAR PERTIMBANGAN
9 Promkes Jabar 2011
Sehat:
hak asasi manusia
investasi pembangunan
perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi dari berbagai gangguan/ ancaman penyakit.
Anak sekolah:
aset ( modal utama) pembangunan masa depan perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi
kesehatannya.
Sekolah:
tempat pembelajaran, dapat terancam terjadinya penularan penyakit jika tidak dikelola dengan
baik.
PENTINGNYA UPAYA PROMOSI KESEHATAN
PENINGKATAN PHBS DI SEKOLAHPESANTREN
LINGKUNGAN TIDAK SEHAT
10 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
6
Tempat Perindukan
NyamukAedes
Promkes Jabar 2011
11
Si kecil tak mengerti makna kebersihan dan penyakit
Dia hanya tahu bermain dan bermain
Bahkan limbahnya yang tak sedap pun dijadikannya mainan
Asyik bermain dan tertawa
Kita bukan si kecil lagi
Kita mampu membersihkan sampah dan tinja kita
Tanpa mengotori tetangga
12 Promkes Jabar 2011
PERILAKU
MERUPAKAN SALAH SATU PENYEBAB
MASALAH KESEHATAN
16/11/2011
7
PHBS
13 Promkes Jabar 2011
sekumpulan perilaku
dipraktekan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran
seseorang/ keluarga/ kelompok dapat menolong
dirinya sendiri dalam bidang kesehatan
berperan aktif dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat.
Arah memberdayakan
masyarakat sekolah
14 Promkes Jabar 2011
tahu, mau dan mampu
menolong diri sendiri di
bidang kesehatan dengan
menerapkan PHBS
berperan aktif dalam
mewujudkan sekolah
sehat.
16/11/2011
8
SASARAN PHBS di sekolah
15 Promkes Jabar 2011
Siswa Peserta Didik
Warga sekolah ( Kepala Sekolah,
Guru, Karyawan Sekolah, Komite
Sekolah, dan Orang Tua Siswa )
Masyarakat lingkungan sekolah (
penjaga kantin, satpam, dan lain-lain )
PERSENTASE INDIKATOR PHBS di SEKOLAH
DI PROVINSI JAWA BARAT (Survey Cepat Maret 2010)
16 Promkes Jabar 2011
RambutPakaian Kuku Sepatu
Olahrag
a
Tidak
meroko
k
Tidak
NAPZA
beranta
s Jentik
Jamban
Aoir
bersih
CTPS
Buang
sampah
Jajanan
Ukur BB
dan TB
Sekolah
ber-
PHBS
% 67,1 58,6 49,0 52,4 64,3 25,2 29,0 43,8 11,4 27,6 24,3 25,2 15,2 8,10 0,50
-
10,00
20,00
30,00
40,00
50,00
60,00
70,00
80,00
16/11/2011
9
PERSENTASE SEKOLAH BER-PHBS
DI PROVINSI JAWA BARAT 2010 (Survey Cepat Maret 2010)
17 Promkes Jabar 2011
14
perila
ku
13
perila
ku
12
perila
ku
11
perila
ku
10
perila
ku
9
perila
ku
8
perila
ku
7
perila
ku
6
perila
ku
5
perila
ku
4
perila
ku
3
perila
ku
2
perila
ku
1
perila
ku
0
perila
ku
% 0,5 1,0 1,9 0,5 2,9 5,7 9,5 8,1 14, 11, 8,6 8,6 11, 14, 1,4
-
2,00
4,00
6,00
8,00
10,00
12,00
14,00
16,00
%
18 Promkes Jabar 2011
Sehat hak asasi setiap manusia
Sehat hak agar dapat melakukan aktifitas hidup
sehari-hari
Memfasilitasi masyarakat ber-PHBS salah satu wujud
dukungan memperoleh hak kesehatan, al dg membuka
akses masyarakat thd informasi kesehatan
PENTINGNYA PEMBINAAN PHBS
16/11/2011
10
PHBS di Pesantren amat penting
19 Promkes Jabar 2011
Perilaku bisa menjadi penyebab masalah
kesehatan
PHBS di Pesantren penting :
implementasi mewujudkan hak asasi manusia,
pembinaan PHBS sejak usia dini
Pembiasaan PHBS dalam hidup sehari-hari
Pondokan
Contoh teladan bagi jemaah dan masyarakat sekitar
20 Promkes Jabar 2011
Sekolah ber-PHBS adalah sekolah
yang telah menerapkan perilaku hidup
bersih dan sehat dalam kegiatan
sehari- hari.
16/11/2011
11
Kerangka Konsep Pembinaan PHBS di Pesantren
21 Promkes Jabar 2011
Masalah / potensi :
•Usia awal emas
•Usia awal rawan
•Peranan pesantren
Potensial
•Pesantren sdh sehat ??
•Dukungan kebijakan
perlu ditingkatkan
Dasar Pertimbangan:
•Sehat hak asasi, bersih sebag iman
•Anak aset masa depan
•Pesantren tmpat pembelajaran
Proses / Kegiatan :
•Advokasi seluruh pengambil
Keputusan / pimpinan
•Sosialisasi PHBS
•Pembuatan Pedoman, aturan ?
•Sarana lingkungan sehat
•Media promosi PHBS
•Memantau pelaksanaan
Faktor Lingkungan :
•Pesantren di Jabar banyak
•Pesantren mitra / teladan
•Anak sekolah / santri kader
•Ada peluang / dukungan PHBS dari pesantren
Hasil yang diharapkan
•Anak / santri ber-PHBS
•Anak/ santri kader - SH
•Pesantren lembaga
Pembelajaran PHBS
•Guru / ustadz mitra
pengembangan PHBS
Dampak diharapkan
Anak / santri tumbuh
Sehat dan berprestasi
KONSEP HENRIK L. BLUM
22 Promkes Jabar 2011
LINGKUNGAN
40%
KETU
RUNAN
5%
PELAYANAN
KESEHATAN
20%
PERILAKU
35%
DERAJAT KESEHATAN
MORBIDITAS
MORTALITAS
STATUS GIZI RENDAH
16/11/2011
12
KEADAAN & MASALAH
BIBIT PENY
(AGENT)
BERBAGAI
BIBIT PENY
& VEKTOR
HIDUP
NYAMAN
MANUSIA
(HOST)
DAYA TAHAN
RENDAH &
PERILAKU
TDK SEHAT
LINGKUNGAN
(ENVIRONMENT)
TIDAK SEHAT,
JADI HABITAT
BIBIT PENY
& VEKTOR
BANYAK
MASALAH
KES
Promkes Jabar 23 Promkes Jabar 2011
Masalah Kesehatan
24 Promkes Jabar 2011
Dimusnahkan Disehatkan Diubah PHBS
Bibit
Penyakit
Lingkungan
Kurang
Sehat
Perilaku
Kurang
Sehat.
16/11/2011
13
BIBIT PENY
(AGENT)
BIBIT PENY &
VEKTOR
TERKENDALI
MANUSIA
(HOST)
DAYA TAHAN
TINGGI &
PERILAKU
SEHAT
LINGKUNGAN
(ENVIRONMENT)
LINGKUNGAN
SEHAT
MASALAH
KES
BERKURANG
25 Promkes Jabar 2011
Bagaimana penerapan PHBS di Pesantren ?
26 Promkes Jabar 2011
PHBS dipraktikkan sehari-hari
Perlu pembinaan dan penyuluhan berkesinambungan
agar masyarakat pesantren :
Sadar, tahu, mau, mampu mempraktikkan PHBS di pesantren
Berperan aktif dalam gerakan kesehatan di pesantren /
masyarakat
Jajaran pendidik (kiai, ustadz, guru) jadi teladan
PHBS di pesantren perlu didukung ketersediaan
sarana lingkungan pesantren yang sehat
16/11/2011
14
Tujuan
27 Promkes Jabar 2011
1.
Meningkatnya kesadaran, pengetahuan
dan kemampuan masyarakat pesantren
melaksanakan PHBS
2.
Meningkatnya peran serta masyarakat
pesantren untuk menggerakkan dan
mewujudkan PHBS di pesantren
3.
Meningkatnya dukungan dan peran aktif
berbagai pemangku kepentingan (stake
holders) dalam pembinaan PHBS di
pesantren
Manfaat PHBS di Pesantren
28 Promkes Jabar 2011
1.
Terciptanya pesantren yg bersih dan
sehat
2.
Meningkatnya semangat PBM
prestasi belajar meningkat
3.
•Citra pesantren meningkat
4.
•Percontohan pesantren ber-PHBS
16/11/2011
15
Peningkatan PHBS sejalan dengan
Trias UKS
Meningkatkan :
kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan
peserta didik
menciptakan lingkungan sekolah yang sehat
sehingga tercapai pertumbuhan dan perkembangan
yang optimal dalam upaya membentuk manusia
Indonesia yang berkualitas.
29 Promkes Jabar 2011
STRATEGI DASAR YG DILAKUKAN
1
GERAKAN
PEMBERDAYAAN
(G)
3
ADVO
KASI
(A)
2
BINA
SUASANA
(B)
KEMI
TRAAN
BER-PHBS
SEHINGGA
MANDIRI
UNTUK
HIDUP
SEHAT
MASYARAKAT
MENOLONG
DIRI SENDIRI
30 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
16
PENGGERAKKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
sebagai
Pendekatan Pengembangan PHBS
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ATAU PENGEMBANGAN
PERAN-AKTIF MASYARAKAT MELALUI PROSES PEMBELAJARAN
YG TERORGANISASI DG BAIK (COMMUNITY ORGANIZATION)
MENGIDENTIFIKASI
MASALAH
& PENYEBAB, POTENSI
MERUMUSKAN
ALTERNATIF2
PEMECAHAN
MENETAPKAN
& MELAKSANAKAN
PEMECAHAN
MEMANTAU &
EVALUASI UTK BINA
KELESTARIAN
PROSES PEMBELAJARAN
MASY
PEMECAHAN
MASALAH
FASILITASI
FASILITASI
FASILITASI
FASILITASI
Promkes Jabar 2011
31
PUSKESMAS
/RUMAH
SAKIT
DIDUKUNG
FASILITATOR
ORMAS,
TOMA, LSM,
KADER, DLL
PROBLEM
SOLVING
INDIVIDU
PASIEN
(KLIEN)
PHBS
TATANAN
RUMAH
TANGGA
(DESA SIAGA)
&
TATANAN2
LAIN
KONSELING
PROBLEM
SOLVING
MASY/
DASA
WISMA
PENGORGANISASIAN
MASY
UJUNG TOMBAK PROMKES (PENINGKATAN PHBS):
GERAKAN PEMBERDAYAAN
DG TRISULA (TIGA MATA TOMBAK)
PROBLEM
SOLVING
KELUARGA
KUNJUNGAN
RUMAH
Promkes Jabar 32 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
17
JULI
Agust- Sept-
Okt
Okt –
Juni
Pendataan /
Pemantauan
indikator PHBS :
1. Gunakan
jamban sehat
2. Sekolah
bebas jentik
3. Sekolah
Bebas Rokok
4. Kantin Sehat
5. Olah raga
6. Air Bersih
7. Tempat
Sampah
8. Santri
Husada
9. Indikator lain
(lokal
spesifik)
Pengolahan
Pemetaan
Perencanaan
Pemecahan
Masalah :
•Forum Sekolah
•Forum Masy
Desa
Intervensi
Peningkatan
PHBS :
•Promosi PHBS
•Gerakan Masy
pesantren sbg
tdk lanjut
pendataan
Siklus Peningkatan PHBS (Tatanan Pesantren )
( Sesuai Kalender Akademis )
Pemantauan ulang – 2 bln sekali ????
33 Promkes Jabar 2011
JULI
Pendataan /Pemantauan
AGUSTUS
Pengolahan/
Pemetaan
SEPT – OKT
Perencanaan
Pemecahan
Masalah Forum
Sekolah / Forum
Masy Desa
OKT-JUNI
Penyebarluasan
Informasi
OKT-JUNI
Gerakan
Masyarakat
Sekolah
Siklus
Peningkatan
PHBS
Siklus Peningkatan PHBS di Pesantren
(Bila pemantauan 1 kl/tahun)
34 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
18
• Tahap Pratama : adalah tahapan perilaku minimal yang harus
dilakukan dengan mengoptimalkan sarana pendukung yang
telah ada.
• Tahap Madya : mencakup PHBS tahap pratama, ditambah
dengan perilaku terkait penggunaan jamban, air bersih, cuci
tangan dan pembuangan sampah.
• Tahap Utama : mencakup PHBS tahap madya, ditambah
perilaku terkait konsumsi jajanan sehat, pemantauan
pertumbuhan, perilaku tidak merokok dan NAPZA.
Tahapan Kegiatan PHBS di Sekolah
35 Promkes Jabar 2011 36 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
19
Kampanye PHBS di Sekolah
37 Promkes Jabar 2011
Kampanye PHBS di Sekolah
38 Promkes Jabar 2011
16/11/2011
20
Kampanye PHBS di Sekolah
39 Promkes Jabar 2011
Tempat Sampah
40 Promkes Jabar 201116/11/2011
21
Kampanye Kesehatan di Sekolah
41 Promkes Jabar 2011
CUCI TANGAN PAKAI SABUN
42 Promkes Jabar 201116/11/2011
22
43 Promkes Jabar 2011 44 Promkes Jabar 201116/11/2011
23
Pelaksanaan Jumat Bersih - PSN
45 Promkes Jabar 2011
46 Promkes Jabar 2011
Terima Kasih - Tidak Merokok
Pesantren Bebas Rokok didalam Ruangan16/11/2011
24
Kantin Sehat
47 Promkes Jabar 2011
Olah Raga
48 Promkes Jabar 201116/11/2011
25
PEMBERANTASAN JENTIK NYAMUK
PENULAR DBD
Promkes Jabar 2011 49
50 Promkes Jabar 201116/11/2011
26
51 Promkes Jabar 2011 52 Promkes Jabar 201116/11/2011
27
Definisi Operasional
Indikator PHBS di Sekolah
Tambahan Penjelasan
53 Promkes Jabar 2011
1. Memelihara rambut agar bersih dan rapih adalah
mencuci rambut secara teratur dan menyisirnya
sehingga terlihat rapih. Rambut yang bersih adalah
rambut yang kusam, tidak berbau dan tidak berkutu.
Memeriksa kebersihan dan kerapihan rambut dapat
dilakukan oleh dokter kecil/ kader kesehatan/ guru
UKS minimal seminggu sekali.
Definisi Operasional
54 Promkes Jabar 201116/11/2011
28
2. Memakai pakaian bersih dan rapih adalah memakai
baju yang tidak ada kotorannya, tidak berbau dan rapih.
Pakaian yang bersih dan rapih diperoleh dengan mencuci
baju setelah dipakai dan dirapihkan dengan diseterika.
Memeriksa baju yang dipakai dapat dilakukan oleh dokter
kecil/ kader kesehatan/ guru UKS minimal seminggu sekali.
Definisi Operasional
55 Promkes Jabar 2011
3. Memelihara kuku agar selalu pendek dan bersih
adalah memotong kuku sebatas ujung jari tangan secara
teratur dan membersihkannya sehingga tidak hitam /
kotor. Memeriksa kuku secara rutin dapat dilakukan oleh
dokter kecil/ kader kesehatan/ guru UKS minimal
seminggu sekali.
Definisi Operasional
56 Promkes Jabar 201116/11/2011
29
4. Memakai sepatu bersih dan rapih adalah memakai
sepatu yang tidak ada kotoran menempel pada sepatu,
rapih misalnya ditalikan bagi sepatu bertali, dsb. Sepatu
bersih diperoleh bila sepatu dibersihkan setiap kali sepatu
kotor. Memeriksa sepatu yang dipakai siswa dapat
dilakukan oleh dokter kecil/ kader kesehatan/ guru UKS
minimal seminggu sekali.
Definisi Operasional
57 Promkes Jabar 2011
5. Berolahraga teratur dan terukur adalah
siswa/guru/masyarakat sekolah lainnya melakukan
olah raga/aktivitas fisik secara teratur minimal tiga
kali seminggu selang sehari. Olahraga teratur dapat
memelihara kesehatan fisik dan mental serta
meningkatkan kebugaran tubuh sehingga tubuh
tetap sehat dan tidak mudah jatuh sakit. Olah raga
dapat dilakukan di halaman secara bersama-sama,
di ruangan olahraga khusus (bila tersedia) dan juga
di ruangan kerja bagi guru/karyawan sekolah
berupa senam ringan dikala istirahat sejenak dari
kesibukan kerja. Sekolah diharapkan membuat
jadwal teratur untuk berolah-raga bersama, serta
menyediakan alat/sarana untuk berolahraga.
Definisi Operasional
58 Promkes Jabar 201116/11/2011
30
6. Memberantas jentik nyamuk adalah adanya upaya untuk
memberantas jentik di lingkungan sekolah yang dibuktikan
dengan tidak ditemukan jentik nyamuk, pada tempat-tempat
penampungan air, bak mandi, gentong air, vas bunga, pot
bunga/alas pot bunga, wadah pembuangan air dispenser,
wadah pembuangan air kulkas, dan barang-barang
bekas/tempat-tempat yang bisa menampung air yang ada di
lingkungan sekolah. Memberantas jentik di lingkungan sekolah
dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),
melalui kegiatan menguras dan menutup tempat-tempat
penampungan air, mengubur barang-barang bekas dan
menghindari gigitan nyamuk. Dengan lingkungan bebas jentik
diharapkan dapat mencegah terkena penyakit akibat gigitan
nyamuk, seperti demam berdarah, cikungunya, malaria dan
kaki gajah. Sekolah diharapkan membuat pengaturan untuk
melaksanakan PSN minimal satu minggu sekali.
Definisi Operasional
59 Promkes Jabar 2011
7. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat adalah anak
sekolah/guru/masyarakat sekolah menggunakan
jamban/WC/kakus leher angsa dengan tangki septic atau
lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir saat
buang air besar dan buang air kecil. Menggunakan jamban
yang bersih dan sehat setiap buang kali air besar ataupun
buang air kecil, dapat menjaga lingkungan disekitar sekolah
menjadi bersih, sehat dan tidak berbau.Disamping itu tidak
mencemari sumber air yang ada di sekitar lingkungan sekolah
serta menghindari datangnya lalat atau serangga yang dapat
menularkan penyakit, seperti diare, disentri, typus, kecacingan
dan penyakit lainnya. Sekolah diharapkan menyediakan
jamban yang memenuhi syarat kesehatan dalam jumlah yang
cukup untuk seluruh siswa serta terpisah antara siswa laki-laki
dan perempuan. Perbandingan jamban dengan pemakai
adalah 1:30 untuk laki-laki, dan 1:20 untuk perempuan.
Definisi Operasional
60 Promkes Jabar 201116/11/2011
31
8. Menggunakan air bersih adalah anak
sekolah/guru/masyarakat sekolah menggunakan air
bersih untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan
sekolah. Sekolah diharapkan menyediakan sumber air
yang bisa berasal dari air sumur terlindung, air pompa,
mata air terlindung, penampungan air hujan, air leding
dan air dalam kemasan (sumber air berasal dari sumur
pompa, sumur, mata air terlindung berjarak minimal
10 meter dari tempat penampungan kotoran atau
limbah/WC). Air diharapkan tersedia dalam jumlah
yang memenuhi kebutuhan dan tersedia setiap saat.
Definisi Operasional
61 Promkes Jabar 2011
9. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah
selalu mencuci tangan sebelum makan, sesudah
buang air besar/sesudah buang air kecil, sesudah
beraktivitas dan/atau setiap kali tangan kotor
dengan memakai sabun dan air bersih yang
mengalir. Air bersih yang mengalir akan membuang
kuman-kuman yang ada pada tangan yang kotor,
sedangkan sabun selain membersihkan kotoran
juga dapat membunuh kuman yang ada di tangan.
Diharapkan tangan menjadi bersih dan bebas dari
kuman serta dapat mencegah terjadinya penularan
penyakit seperti diare, disentri, kolera, tipus,
kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran
Pernafasan Akut (ISPA) dan Flu Burung.
Definisi Operasional
62 Promkes Jabar 201116/11/2011
32
10. Membuang sampah ke tempat sampah yang terpilah
(sampah basah, sampah kering, sampah berbahaya)
adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah
membuang sampah pada tempat sampah yang
tersedia. Diharapkan tersedia tempat sampah yang
terpilah antara sampah organik, non-organik dan
sampah bahan berbahaya. Sampah selain kotor dan
tidak sedap dipandang juga mengandung berbagai
kuman penyakit. Membiasakan membuang sampah
pada tempat sampah yang tersedia akan sangat
membantu anak sekolah/guru/masyarakat sekolah
terhindar dari berbagai kuman penyakit.
Definisi Operasional
63 Promkes Jabar 2011
11. Mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin sekolah
adalah adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah
mengkonsumsi jajanan sehat dari kantin/warung sekolah
atau bekal yang dibawa dari rumah Sebaiknya sekolah
menyediakan warung sekolah sehat dengan makanan
yang mengandung gizi seimbang dan bervariasi, sehingga
membuat tubuh sehat dan kuat, angka absensi anak
sekolah menurun dan proses belajar berjalan baik.
Definisi Operasional
64 Promkes Jabar 201116/11/2011
33
12. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi
badan setiap bulan adalah siswa ditimbang berat badan
dan diukur tinggi badan setiap bulan agar diketahui tingkat
pertumbuhannya. Hasil penimbangan dan pengukuran
dibandingkan dengan dengan standar berat badan dan
tinggi badan sehingga diketahui apakah pertumbuhan siswa
normal atau tidak normal.
Definisi Operasional
65 Promkes Jabar 2011
13. Tidak merokok di sekolah adalah anak sekolah/guru/masyarakat
sekolah tidak merokok di lingkungan sekolah. Merokok berbahaya bagi
kesehatan perokok dan orang yang berada di sekitar perokok. Dalam
satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan 4000 bahan kimia
berbahaya di antaranya : Nikotin (menyebabkan ketagihan dan
kerusakan jantung serta pembuluh darah); Tar (menyebabkan
kerusakan sel paru- paru dan kanker) dan CO ( menyebabkan
berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel
tubuh akan mati). Tidak merokok di lingkungan sekolah dapat
menghindarkan adalah anak sekolah/guru/masyarakat sekolah dari
kemungkinan terkena penyakit-penyakit tersebut di atas. Sekolah
diharapkan membuat peraturan dilarang merokok di lingkungan
sekolah. Siswa /guru/masyarakat sekolah bisa saling mengawasi di
antara mereka untuk tidak merokok di lingkungan sekolah dan
diharapkan mengembangkan kawasan tanpa rokok/kawasan bebas asap
rokok.
Definisi Operasional
66 Promkes Jabar 201116/11/2011
34
14. Tidak menggunakan NAPZA adalah anak
sekolah/guru/masyarakat sekolah tidak menggunakan
NAPZA (Narkotika Psikotropika Zat Adiktif). Penggunaan
NAPZA membahayakan kesehatan fisik maupun psikis
pemakainya.
Definisi Operasional
67 Promkes Jabar 2011
Definisi Operasional
Indikator PHBS di Rumah Tangga
Tambahan Penjelasan
68 Promkes Jabar 201116/11/2011
35
Indikator PHBS
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan : persalinan
bayi yg dilakukan oleh dokter / bidan termasuk
pendampingan bidan oleh paraji.
2. Memberi bayi ASI Ekslusif : bayi usia 6 – 12 bulan pada
saat pendataan hanya diberi ASI saja sejak lahir sampai
usia 6 bulan, tidak diberikan makanan dan minuman lain
kecuali pemberian air putih untuk minum obat saat bayi
sakit
69 Promkes Jabar 2011
Catatan Indikator ASI ekslusif
Bila bayi berusia < 6 bulan (1 sampai dengan 5 bulan) yang
masih mendapatkan ASI saja harus dicatat untuk keperluan
pembinaan selanjutnya.
Keluarga yang mempunyai bayi < 6 bulan menjadi
sasaran pembinaan agar bayi lulus mencapai ASIEkslusif.
70 Promkes Jabar 201116/11/2011
36
Indikator PHBS
3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan : menimbang bayi dan
balita mulai umur 0 sampai 59 bulan setiap bulan dan dicatat
dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) berturut-turut dalam 3
bulan terakhir.
4. Menggunakan air bersih : rumah tangga atau keluarga yang
menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari (mandi,
mencuci dan memasak) yang memenuhi syarat fisik (tidak
berwarna, tidak keruh, tidak berasa dan tidak berbau) yang
berasal dari air sumur terlindung, air pompa, mata air
terlindung, penampungan air hujan, dan air ledeng. Sumber
air bersih antara lain : air pompa, sumur, mata air terlindung
berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan
kotoran atau limbah.
71 Promkes Jabar 2011
Indikator PHBS
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun : anggota
rumah tangga selalu mencuci tangan setiap kali tangan
kotor, sebelum makan, sebelum merawat anak, dan
sesudah buang air besar dengan memakai sabun serta
air bersih yang mengalir.
6. Menggunakan jamban sehat : rumah tangga atau
keluarga yang menggunakan jamban/WC/cubluk/kakus
leher angsa dengan tangki septik atau lubang
penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir.
72 Promkes Jabar 201116/11/2011
37
Indikator PHBS
7. Memberantas jentik di rumah :
anggota rumah tangga melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk
di rumah 1 kali dalam seminggu agar tidak terdapat jentik nyamuk
pada tempat-tempat penampungan air, bak mandi, gentong air, vas
bunga, pot bunga/alas pot bunga, wadah pembuangan air
dispenser, wadah pembuangan air kulkas dan barang-barang
bekas/tempat-tempat yang bisa menampung air.
73 Promkes Jabar 2011
Indikator Gaya Hidup sehat
8. Makan sayur dan buah setiap hari : anggota rumah
tangga yang mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari : anggota keluarga
melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit terus
menerus setiap hari (jalan, lari, senam) dan kegiatan
dalam rumah tangga seperti mencuci pakaian / mobil,
mengepel lantai, berkebun.
74 Promkes Jabar 201116/11/2011
38
Indikator Gaya Hidup sehat
10. Tidak merokok di dalam rumah :
setiap anggota rumah tangga tidak
merokok di dalam rumah. Tidak
merokok di dalam rumah dimaksudkan
agar tidak menjadikan anggota keluarga
lainnya sebagai perokok pasif yang
berbahaya bagi kesehatan.
75 Promkes Jabar 2011 Promkes Jabar 76 Promkes Jabar 2011

Jumat, 09 September 2011

KSR PMI Unit STAINI

KSR STAINI berdiri pada bulan juni 2010 yang langsung di prakasai oleh alumni - alumni PMR SMA Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor pada tanggal 10 juni 2012 dan di syah kan pada tanggal 25 juni 2012.
dengan jumlah anggota 40 orang putra dan 150 orang putri
orentasi kegiatanny mencangkup
pelatihan
pengbdian
kesehatan